PERTEMUAN KE 4 KLAS 8 tanggal 18 Agustus TAPEL 2021 / 2022
D. PRODUK KERAJINAN BAHAN LUNAK
Bahan lunak merupakan bahan dasar yang bersifat empuk dan lembut sehingga mudah dibentuk dan tidak membutuhkan alat khusus .Berikut jenis dan karakteristik bahan lunak
1. Bahan lunak alam
Bahan lunak alam adalah bahan lunak yang diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan
a. Tanah liat
Tanah liat dihasilkan oleh alam yang berasal dari pelapukan kerak bumi. Tanah liat memiliki karakteristik sebagai berikut :
- Sulit menyerap air sehingga lahan yang berupa tanah liat primer tidak cocok untuk dijadikan sebagai bahan pertanian
- Tekstur tanahnya cenderung lengket bila dalam keadaan basah dan kuat menyatu antara butiran tanah yang satu dengan lainnya
- Dalam keadaan kering, butiran tanahnya terpecah-pecah secara halus
- Merupakan bahan baku pembuatan tembikar dan kerajinan tangan lainnya yang dalam pembuatannya harus dibakar dengan suhu diatas 1000 derajat Celcius
- Sebagai bahan baku pembuat gerabah
- Bahan baku batu bata
- Bahan baku genting rumah
- Bahan baku kerajinan- kerajinan lainnya
Plastisitas
Plastisitas tanah liat merupakan syarat utama yang harus dipenuhi agar mudah dibentuk. Hal ini terkait dengan fungsi plastisitas sebagai pengikat dalam proses pembentukan sehingga tidak mudah retak, berubah bentuk atau runtuh.
Homogen
Campuran massa tanah liat harus homogen. Artinya, plastisitasnya merata dan tidak ada yang keras atau lembek.
Bebas dari gelembung udara
Memiliki kemampuan bentuk
Tanah liat harus memiliki kemampuan bentuk yang berfungsi sebagai penyangga sehingga tidak mengalami perubahan bentuk pada waktu proses pembentukan atau setelah proses pembentukan selesai
1) Jenis Tanah Liat
a) Tanah Liat Primer
- Memiliki sifat lebih murni, hal ini karena tanah liat primer tidak berpindah tempat dari tempat asal terbentuknya
- Memiliki sifat lebih murni, hal ini karena tanah liat primer tidak berpindah tempat dari tempat asal terbentuknya
- Berwarna kusam atau putih kusam, hal ini karena tanah liat primer tidak tercampur dengan bahan- bahan organik seperti humus, ranting ataupun daun busuk.
- Memiliki suhu matang yang berkisar antara 13.000° – 14.000° C, bahkan ada yang mencapai 17.500° C
- Cenderung berbutir kasar
- Memiliki daya lebur tinggi
- Memiliki daya susut kecil
- Memiliki sifat tahan api
- Tidak elastis
Tanah liat sekunder juga disebut dengan sedimen atau endapan. Tanah liat sekunder merupakan tanah liat hasil pelapukan batuan feldspatik yang berpindah jauh dari batuan induknya karena dibawa oleh tenaga eksogen, sehingga menyebabkan butiran- butiran dari tanah liat tersebut lepas dan mengendap di daerah- daerah seperti lembah, sungai, rawa, ataupun danau.
Tanah liat sekunder jumlahnya lebih banyak daripada tanah liat primer. Untuk mengetahui tanah liat sekunder, kita bisa melihat dari ciri- ciri yang dimiliki oleh tanah ini. Beberapa ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh tanah liat sekunder antara lain sebagai berikut:
- Tanah liat sekunder jumlahnya lebih banyak daripada tanah liat primer. Untuk mengetahui tanah liat sekunder, kita bisa melihat dari ciri- ciri yang dimiliki oleh tanah ini. Beberapa ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh tanah liat sekunder antara lain sebagai berikut:
- Memiliki sifat kurang murni, hal ini karena tanah liat sekunder ini telah bergeser jauh dari batuan asalnya yang melapuk sehingga sifat kemurniannya telah hilang atau berkurang.
- Warnanya krem, abu- abu, cokelat, merah, jambu/ kuning, kuning muda, kuning kecoklatan, kemerahan, kehitaman dan sebagainya. Warna- warna ini terbentuk akibat perjalanan tanah liat yang bercampur dengan bahan- bahan organik dan non organik sehingga warnanya pun berubah.
- Cenderung berbutir halus
- Bersifat Plastis
- Memiliki daya susut tinggi
2) Alat
- Memiliki warna hitam, putih, coklat atau krem. Warnanya tergantung dari hewan yang dikuliti
- Kulit alami jika terbakar akan berbau seperti sate
- Struktur kulit mudah rusak jika terkena air
- Pembelian kulit. Kulit yang digunakan terdiri dari beberapa macam, yaitu kulit mentah dan kulit split. Kulit mentah adalah kulit yang langsung digunakan untuk proses pembuatan kerajinan tanpa melalui proses kimiawi. Sedangkan kulit split adalah kulit yang sudah melalui proses kimiawi di pabrik. Kulit yang digunakan untuk membuat kerajinan kulit biasanya berasal dari kulit kerbau, sapi, dan kambing. Sebagian besar kulit diperoleh dari daerah Magetan (Jawa Timur), Sukoharjo, Solo, Segoroyoso (Yogyakarta) dan Magelang.
- Direndam dengan air mendidih atau dengan air kapur selama satu hari sampai lunak. Kemudian direntangkan atau dipentangkan dengan menggunakan tali dan pigura kayu yang kuat dan dijemur di bawah terik matahari sampai benar-benar kering.
- Kulit yang sudah kering segera ditipiskan dengan cara dikerok dengan pisau atau pethel sedikit demi sedikit. Bagian yang dikerok adalah bagian rambut (bagian luar) dan sisa-sisa daging yang masih melekat (bagian dalam). Kulit bagian dalam dikerok terlebih dahulu dan lebih banyak dikurangi agar diperoleh kulit yang berkualitas. Setelah itu, baru dilanjutkan pengerokan kulit bagian luar. Pengerokan kulit bagian luar hanya sedikit saja karena bila dilakukan pengurangan terlalu banyak maka kulit yang dihasilkan akan menjadi mudah patah bila dilipat. Bila perlu, pada bagian ini hanya dihilangkan rambut-rambutnya saja dan dibersihkan dengan air. Torehan pisau pada proses pengerokan hanya dilakukan satu arah dari atas ke bawah. Setelah kulit ditipiskan, sisa-sisa kerokan dibersihkan dengan air dan bagian yang dikerok dihaluskan dengan amplas. Selanjutnya, dijemur di panas sinar matahari lagi hingga kering secara merata.
- Setelah kering, kulit dilapisi warna dasar untuk menutup pori-pori kulit agar permukaannya rata.
- Membentuk sketsa dipermukaan kulit. Setelah itu, tepi sketsa ditatah hingga diperoleh bentuk dasar
- Tahap selanjutnya adalah memperhalus tatahan dasar dan membuat kombinasi yang indah dalam terawangan cahaya
- Sisa potongan kulit yang dinamakan dengan leresan umumnya dapat digunakan sebagai bahan rambak (krupuk kulit) dan sebagai dipupuk organik.
- Mewarnai dengan menggunakan pewarna sintetis, yaitu cat Sandy Colour, dan menggunakan perekat rakol (lem Fox). Setelah selesai dicat dan disempurnakan, wayang kulit diberi penyangga dengan menggunakan tanduk kerbau atau bambu.
c. Getah
Getah juga bisa dijadikan sebuah kerajinan, salah satunya adalah getah nyatu merupakan kerajinan yang memanfaatkan getah pohon nyatu sebagai bahan utama. Kerajinan jenis ini banyak dijumpai di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Getah dihasilkan dari proses penyanyatan pohon.
Getah memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Mudah diberikan warna
- Getah harus dimasak terlebih dahulu agar lunak dan elastis saat akan dibentuk
- Getah akan lunak jika dipanaskan, tetapi jika suhunya rendah lama-lama akan mengeras
- Pertama batang dipisahkan dari kulitnya,
- Batang direbus selama 3 kali untuk mendapatkan getah yang baik. Perebusan pertama menggunakan minyak tanah, fungsinya untuk memisahkan getah dengan batangnya.
- Cukup menggunakan air untuk memisahkan minyak tanah dengan getah.
- Memberi warna pada getah nyatu dengan pewarna alami, seperti dengan daun yang memiliki kekhasan warna tertentu.
- Pembentukan, hal ini dilakukan ketika getah masih panas, karena jika sudah dingin, getah nyatu akan seulit dibentuk. Kebanyakan bentuk getah nyatu didominasi oleh perahu naga dan perahu burung tingang. Ada juga yang dibentuk menjadi replika perahu, atau bahkan dibentuk menjadi replika prajurit Dayak lengkap dengan aksesoris yang digunakan.
d. Flour Clay
- Mudah rusak jika terkena air
- Menggunakan warna sintetis agar warna tampak cerah
- Yang harus kamu lakukan adalah siapkan wadah berukuran sedang, kemudian campurkan semua bahan tepung tersebut menjadi satu.
- Ayak tepung supaya tekstur adonan lembut dan terhindar dari kotoran. Setelah itu masukkan lem putih ke dalam ayakan tepung tersebut.
- Uleni adonan sampai tercampur rata. Jika terlalu lembek tambahkan lagi sedikit tepung. Jika terlalu keras maka tambahkan beberapa sendok lem putih.
- Jika sudah kalis maka clay yang kamu buat berhasil. Adonan clay yang sudah jadi bisa dibuat menjadi bentuk sesuai yang kamu inginkan.
- Jika ingin ada warnanya, kamu tinggal tuangkan pewarna makanan ke dalam adonan kalis tersebut, lalu uleni kembali sampai warna tercampur rata.
- Adonan clay yang tidak digunakan sebaiknya disimpan di wadah tertutup agar tidak mengering dan mengeras.











Komentar
Posting Komentar