PERTEMUAN KE 5 KELAS 8

BAHAN LUNAK BUATAN

        Bahan lunak buatan adalah bahan yang diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak, empuk, lembut dan mudah dibentuk. Berikut contoh dan karakteristik bahan lunak buatan:

1. Parafin

      Parafin merupakan salah satu bentuk dari hasil olahan minyak bumi. Parafin menjadi bahan dasar dalam pembuatan produk karya kerajinan lilin hias. Bahan ini berbentuk lempengan, namun ada juga berupa pellet atau butiran. Prafin memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Berwujud padat, jika dipanaskan akan mencair
  2. Pengolahan kerajinan bahan lilin dan parafin dilakukan dengan cara cetak/cor
  3. Pewarnaan dilakukan saat lilin mencair
  4. Dapat dicampur dengan aroma pewangi
  5. Dapat dipanaskan dan dicetak ulang
  6. Parafin elastis dicampur dengan white oil didalam wadah, kemudian dipanaskan sampai leleh dan aduk sampai rata.
  7. Lilin bening ditambah pewarna, berikan warna yang sesuai.
  8. Tuangkan ke cetakan, jangan lupa sumbunya

Hal penting yang harus diperhatikan untuk cara membuat lilin hias:

  1. Cairan lilin dapat dituangkan diwadah permanen dengan lilinnya dan hiasi.
  2. Cara membuat lilin hias sebaiknya gunakan cetakan yang terbuat dari stainless atau cetakan silikon.
  3. Saat mencetak lilin dalam cetakan plastik, terkadang susah untuk dikeluarkan dari cetakan.
  4. Caranya masukkan lilin yang telah dicetak kedalam kulkas, maka akan mudah dikeluarkan dari cetakannya.
  5. Cara membuat lilin hias agar menghasilkan sumbu yang baik dan tidak banyak asap, mak sebelumnya harus direndam terlebih dahulu dalam air garam selama 3 jam. Setelah dikeringkan baru bisa digunakan sebagai sumbu lilin dengan hasil yang baik.                                                       Contoh aneka kerajinan dari lilin

2. Gips

Karakteristik
  1. Berwujud bubuk. Cara membuatnya dengan dicampurkan air agar menjadi kental kemudian dicetak dan dikeringkan sampai adonan mengeras.
  2. Dapat diberikan warna setelah menjadi produk jadi
  3. Mudah pecah atau teksturnya rapuh.
Perlengkapan:
  1. Timbangan
  2. Ember
  3. Baskom ==> Untuk tempat pembuatan adonan (massa) gips. Ukuran: kapasitas 3 liter.
  4.  Alas pembentukan ==> Untuk alas pembentukan benda keramik, benda model, pada waktu proses pembentukan benda.
  5. Whirler/Banding wheel
  6. Papan cetakan
  7. Linolium bisa juga dengan lembaran seng ==> Untuk membuat batas cetakan gips yang berbentuk lingkaran (silindris).
  8. Sekop
  9. Gelas ukuran ==> Untuk mengukur banyaknya air yang digunakan dalam proses pembuatan massa
  10. Kertas ampelas waterproof
  11. Mangkok plastis
Langkah-Langkah Pembuatan Kerajinan Teknik Cetak Tuang
  1. Pembuatan model ==> Sebelum model dibuat, sebaiknya buatlah sketsa, gambar model yang akan dicetak. Kemudian, aplikasikan ke dalam bentuk tiga dimensi. Jika acuan cetak dari bahan silicon rubber, model bisa dibuat dari plastisin atau tanah liat. Jika acuan cetak dari tanah liat, modelnya bisa dari bahan gips atau plastisin.
  2. Pembuatan cetakan (acuan cetakan) == > Salah satu bahan pembuat cetakan gipsum adalah silikon rubber. Silikon rubber adalah cairan berwarna putih kental seperti susu, berfungsi untuk membuat cetakan silikon. Apabila sudah jadi berbentuk karet silikon yang lentur persis seperti karet. Siapkan bentuk cetakan yang sudah dibuat dan sesuaikan dengan ukuran bentuk model. Sebaiknya, cetakan dibuat lebih besar dari model agar hasil cetakan lebih baik dan tidak mudah retak atau pecah
  3. Pembuatan adonan gips == > Bubur gips dibuat dengan perbandingan 2 : 1, takaran 2 untuk gips dan 1 untuk air. Kemudian, aduk hingga tidak ada lagi gumpalan gips
  4. Proses mencetak ==> Tuang adonan gips yang sudah homogen ke dalam cetakan, diamkan hingga mengeras dan padat. Biarkan gips dalam cetakan tersebut beberapa lama hingga campuran gips berubah menjadi zat padat
  5. Pengeringan == > Hasil dari proses mencetak selanjutnya dikeringkan. Pengeringan dengan cara diangin-anginkan di tempat teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung
  6. Penghalusan ==> Model atau hasil cetakan yang sudah kering untuk selanjutnya dihaluskan dengan menggunakan amplas halus. Model yang sudah halus bisa diberi warna atau asli warna gips saja
       contoh hasil kerajinan dari bahan gips
 

3. Sabun

Sabun memiliki karakteristik sebagai berikut:\

  1. Berwujud padat sehingga dapat langsung diukir
  2. Dapat diparut dan diolah menjadi clay
  3. Mengeras ketika didiamkan
  4. Pewarnaan  dapat  dilakukan  dengan  mempertahankan  warna
Langkah-langkah mengukir sabun menjadi bentuk kepala patung
  1. Siapkan alat dan bahan
  2. Membuat sketsa/model atau desain patung pada kertas terlebih dahulu. Buat saja yang sederhana biar mudah bikinnya. Anda dituntut untuk kreatif membuat rancangan patung yang simpel dan menarik. Pada tutorial kali ini, digunakan desain kepala patung seperti pada yang dijumpai pada patung di Bali.
  3. Hilangkan motif sabun seperti lekukan logo GIV. Gunakan salah satu alat pahat.
  4. Potong ujung sabun (giv) dengan alat pahat sehingga tidak terlalu lancip bentuknya.
  5. Buatlah garis vertikal dengan pahat yang membagi sabun menjadi kanan-kiri yang sama.
  6. Selanjutnya anda mengukir sabun mengikuti pola pada sketsa sehingga membentuk patung. Gunakan garis bantu vertikal supaya bagian kanan dan kiri patung simertis.
  7. Bersihkan serbuk sabun hasil pahatan dengan cara ditiup. Anda dapat menggunakan alat pahat lainnya untuk membersihkan sabun dari serbuk yang menempel.
  8. Kerajinan tangan dari sabun ukir yang sudah jadi bisa anda kemas supaya lebih menarik.
        Contoh hasil kerajinan dari sabun
         

4. Clay

Macam - macam clay yaitu :

  1. Parafin Clay terbuat dari bahan parafin, bersifat lunak dan mudah dibentuk dan tidak akan mengeras
  2. Plastisin Clay terbuat dari bahan plastisin yang lunak, namun tidak selunak parafin clay. Mengandung minyak, tidak bisa mengeras, dan memiliki aneka warna yang cerah
  3. Jumping Clay terbuat dari bahan non-toxic, sangat lembut dan ringan, yang mudah dibentuk karena bersifat fleksibel dan akan mengeras dalam 24 jam pada suhu ruangan
  4. Air Dry Clay memiliki sifat hampir sama dengan jumping clay, namun memiliki hasil akhir yang lebih padat. Pemrosesan akhirnya dengan cara diangin-anginkan.
  5. Polymer Clay merupakan jenis clay paling baik, relatif mahal harganya dan masih jarang dijual di Indonesia. Hasil akhir polymer clay adalah dengan cara dikeringkan dengan memakai oven.
Langkah-Langkah membuat clay sabun :
  1. Ambil satu buah sabun batang lalu iris atau rajang kecil-kecil sampai habis. Kemudian rendam irisan sabun tersebut dalam air kira-kira setinggi irisan tersebut.

  2. Diamkan rendaman tersebut sampai sabun jadi lembek, kurang lebih 3-3,5 jam perendaman. Jika sudah lembek, buang setengah airnya lalu haluskan lagi sabun lembek tersebut dengan sendok atau apa pun sampai lembut. 

  3. Setelah itu masukkan tepung terigu, garam dapur halus dan juga lem putihnya. Ukur saja dengan takaran yang pas, masukkan sedikit-sedikit terigu dan lem putihnya, kira-kira perbandingannya 1:1,5.

  4. Kemudian setelah itu uleni semua bahan tersebut sampai tercampur rata. Jika belum kali tambahkan terigunya atau lem putihnya sampai menjadi kalis.

  5. Jika adonan sudah kalis sempurna, sebenarnya adonan clay sudah jadi. Tapi agar terlihat cantik, maka tambahkan pewarna makanan sesuai selera. Selanjutnya uleni sekali lagi sampai warna menyatu sampai rata.

  6. Sekarang clay siap dibuat mainan dan dibentuk sesuai selera. Sekedar tips saja, apabila adonan clay masih sisa atau tidak dipakai maka sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat. Sebab clay yang kelamaan dianginkan akan mudah mengering dan jadi keras.
        Beberapa contoh  kerajinan dari bahan clay


5. Fiberglass
Karakteristik
  1. Berwujud cair, jika mengering akan mengeras
  2. Dapat dibentuk ketika setengah mengeras
  3. Kerajinan fiberglass dibuat dengan cara dicetak atau dicor
  4. Pewarnaan dapat dilakukan saat masih mencair maupun saat kering
  5. Tahan lama, wujudnya bening seperti kaca atau air.
  6. Menggunakan campuran katalis supaya cepat mengeras
Langkah-Langkah membuat kerajinan fiberglass
  1. Menyiapkan terlebih dahulu cetakan fiberglass yang akan kita gunakan sebagai bentuk dasar. Jika masih bingung untuk mencari cetakan, anda bisa cari cara membuat cetakan fiberglass sendiri, atau beli yang sudah jadi biasanya ada bisa beli di toko online.
  2. Jika sudah ada cetakanya, terlebih dahulu sebelum melaksanakan proses pembuatan patung atau produk fiber yang akan kalian buat nantinya. Bersihkan terlebih dulu cetakan fiberglass yang akan gunakan, jangan sampai ada kotoran yang menempel pada permukaan cetakan, agar nanti hasil kerajinan fiberglass, dapat menghasilkan hasil yang memuaskan, tanpa ada serat fiber yang menempel pada kotoran.
  3. Buatlah adonan kerajinan resin dengan bahan-bahan diatas seperti bahan isian, katalis dengan takaran yang sesuai dengan kerajinan fiberglass yang akan kalian buat.
  4. Setelah semua telah disiapkan baik adonan dan tempat adonan, maka bisa dimulai menuangkan adonan ke dalam cetakan. Pastikan semua permukaan sebelum menuangkan telah terisi dengan penuh oleh adonan.
  5. Untuk menghasilkan adonan yang kuat, Maka bisa juga menggunakan anyaman atau serat fiber dari kaca atau fiberglass mat.
  6. Keluarkan produk resin yang sudah mengeras dan kering dari cetakan, kemudian siapkan ember lalu isi ember tersebut mengguanakan air deterjen
  7. Masukan produk resin kedalam ember yang telah berisi air deterjen. Jika tidak ada deterjen anda bisa mengguanakan soda api sebagai bahan campuran air di ember nantinya, rendamlah selama kurang lebih 30 menit. apabila sudah anda rendam selama 30 menit baru, bisa diambil.
  8. Ketika ingin menghilangkan kotoran yang menempel karena cetakan dan agar permukaan dapat halus. Anda bisa menggunakan amplas untuk mengluskanya, lakukan 3 sampai 4 tahapan dalam proses pengamplasan sesuai dengan kebutuhan.
  9. Pemberian warna produk resinm bisa kita lakukan dengan dua cara salah satunya kita bisa menambahkan pigmen warna saat membuat adonan, dan cara kedua anda bisa cat ketika sudah finishing.
  10. Untuk tahapan finishing terakhir, anda bisa menggunakan warna cat yang kalian inginkan, jika anda menginginkan kerajinan fiberglass terlihat bagus dan natural anda bisa cukup mengelapnya saja.
          Contoh hasil kerajinan dari fiberglass
          

 6. Bubur kertas
Bubur kertas adalah bubur yang terbuat dari kertas yang sudah tidak digunakan lagi, dihancurkan dengan blender, dimana kertas tersebut sudah dipotong-potong kecil terlebih dahulu dan didiamkan semalam
  1. Siapkan kertas-kertas yang tidak lagi bisa digunakan seperti koran bekas, tisu, kertas majalah yang kadaluarsa dll,
  2. Jadikan kertas tersebut menjadi potongan-potongan kecil dengan cara disobek-sobek atau bisa juga digunting,
  3. Masukkan potongan-potongan kertas tersebut dalam sebuah wadah atau baskom, kemudian siram menggunakan air hangat hingga memenuhi bibir baskom/wadah,
  4. Sedikit tips agar rendaman kertas tersebut tidak mudah busuk, taburi dengan sedikit garam (bisa 1 atau 2 sendok makan saja),
  5. Diamkan rendaman tersebut selama 2 hari 2 malam, hingga ketika disentuh potongan kertas tersebut terasa lunak,
  6. Angkat semua potongan-potongan kertas tersebut dari wadah dan letakkan diatas kain segi empat yang mempunyai pori-pori cukup besar,
  7. Setelah itu, bungkus rapat potongan-potongan tersebut dengan kain kemudian putar atau pilin ujung kain sampai menekan potongan kertas sehingga air yang masih tersisa dalam potongan kertas bisa diperas dengan sempurna,
  8. Masukkan potongan kertas yang telah diperas pada baskom kering, kemudian remas-remas hingga hancur. Bila perlu gunakan sedikit air supaya acara remas-meremasnya bisa maksimal, atau gunakan blender untuk melembutkannya.
  9. Setelah benar-benar lembut dan hancur, campurlah dengan pasta kental (air ditambah tepung kanji secukupnya) lalu aduk-aduk hingga tercampur merata sambil diremas-remas dan masukkan ke blender,
  10. Jadilah sebuah adonan bubur kertas yang siap digunakan untuk berkreasi.
         Beberapa contoh hasil kerajinan dari bubur kertas
        

Prinsip perancangan benda kerajinan yaitu :

  1. Kegunaan (Utility) ==> Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Contoh: mangkuk untuk wadah sayur
  2. Kenyamanan (Comfortable) ==> Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya. Contoh: cangkir didesain ada pegangannya
  3. Keluwesan (Flexibility) ==> Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Contoh : sepatu sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki
  4. Keamanan (Safety) ==> Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya. Contoh: piring dari serat kelapa harus mempertimbangkan komposisi zat pelapis/ pewarna yang dipakai tidak berbahaya jika digunakan sebagai wadah makanan
  5. Keindahan (Aestetic) ==> Benda yang indah mempunyai daya tarik lebih dibandingkan benda yang biasa-biasa saja. Keindahan benda dapat dilihat ari bentuk, hiasan atau ornament, dan bahan bakunya

 Tugas pertemuan ke 5 tanggal 25 Agustus 2021

   1 . Sebutkan jenis - jenis dari clay , dan bagaimana karakteristiknya ?
   2 . Apa kelemahannya bahan gips dipakai untuk kerajianan ?
   3 . Teknik apa saja yang dapat digunakan untuk membuat kerajinan dari gips?
   4 . Sebutkan karakteristik dari sabun !
   5 . Sebutkan langkah - langkah untuk membuat ukiran pada sabun!
   6 . Bahan apa saja kalau kita ingin membuat kerajinan dari fiberglass ?
   7 . Bagaimana cara untuk membuat bubur kertas ?
   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTEMUAN 2 PENGERTIAN KERAJINAN BAHAN LUNAK

PERTEMUAN KE 3 TANGGAL 4 AGUSTUS 2021